Senin, 24 September 2018

AUTOBIOGRAFI 3

Nama  : Anantika Prihatani
NPM   : 15410228
Kelas   : 7E
Prodi   : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas PGRI Semarang
                                                                     
                                                                        Autobiografi 3

              Sepasang muda-mudi bernama Kanan dan Tani Supadmi melangsungkan pernikahan pada tahun 1996 di Pati. Satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 22 Februari 1997 lahirlah buah cinta mereka di Boyolali yang bernama Anantika Prihatani yang mengandung beberapa gabungan nama yaitu Anan yang berasal dari nama Kanan, TIKA berasal dari gabungan TanI dan KAnan dan tambahan dari nama ibu, Tani.
              Tika adalah nama panggilan yang sering mereka ucapkan untuk memanggilku. Pertama kali bersekolah di TK Pembina pada umur tiga tahun sampai umur enam tahun. Pada tanggal 22 Juni 2001 lahirlah seorang pangeran kecil yang diberi nama Andhika Citra Sena, yang memiliki tanda lahir di punggungnnya. 
              Pada tahun 2003 ibu meninggal dunia akibat tumor otak yang bersarang di kepala ibu. Aku dan ayah sangat terpukul atas kehilangan ibu terlebih adik yang hanya mendapatkan dua tahun kasih sayang dari seorang ibu. Keadaan sangat kacau sehingga ayah membawa adik untuk tinggal bersama nenek di Boyolali, sedangkan aku bersama ayah tetap tinggal di Kudus.
               SD 1 Barongan tempatku melanjutkan pendidikan dari kelas satu sampai kelas enam. Masa kanak-kanak membuatku merasa iri dengan teman saat mereka diantar dan dijemput oleh orang tua terutama bersama ibu, sedangkan aku hanya diantar oleh ayah dan dijemput oleh supir langganan. Saat duduk di bangku kelas tiga, aku bertemu seorang wanita yang sekarang menjadi pengganti sosok ibu yang mendampingi ayah ku. Beliau bernama Tri Kurniawati yang bekerja sebagai guru kelas tiga di SD tempat ku menempuh pendidikan. Satu tahun kemudian lahirlah putri kecil yang bernama Atriska Rahma Pratidina, ia memiliki kulit lebih gelap dibandingkan kedua kakaknya. Kita tinggal di gubuk kecil di Desa Panjang Rt. 04/ Rw. 03 kecamatan Bae kabupaten Kudus.
              SMP 2 Kudus sekolah selanjutnya setelah lulus dari sekolah dasar, yang pada saat itu masih menggunakan titel RSBI dan mengharuskan ku mahir berbahasa Inggris. Di sana kita dapat menemukan teman-teman yang berbeda golongan yang dilihat dari ekonomi keluarga, karena sekolah tersebut cukup bergengsi dikalangan ekonomi menengah ke atas. 
              Selama tiga tahun aku menempuh pendidikan di SMA 2 Bae Kudus. Masa-masa SMA adalah masa terindah dikalangan anak remaja karena berakhirnya pendidikan formal wajib yang harus dijalankan. Disanalah aku menemukan empat sahabat yang selalu ada untuk ku yaitu Alifiana Tidarrani, M. Azmi Maulana, Idfi Oxza Prameswari, Na'imatus Solikhah. Mereka melanjutkan pendidikan di tempat yang berbeda, meskipun berbeda tempat, kita akan selalu berkomunikasi. 
               Melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi sangat diinginkan oleh seluruh orang terutama menjadi kebanggaan orang tua. Universitas PGRI Semarang menjadi salah satu pilihan untuk menambahkan ilmu. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah program studi yang saya pilih, karena mempelajari bahasa ibu ini sangatlah sulit dan butuh konsentrasi. Di semester tujuh ini aku menemukan tiga teman yang selalu membantuku yaitu Prananing Meisya, Pipit Apriliana dan Yosy Esta Pratika. Tak lupa kakak perempuan yang pertama kali ku temui di indekos pada tahun 2015 sampai sekarang yang senantiasa membantu dan merawat saya, Dwi Rachmadani namanya. Atlet taekwondo UPGRIS yang mahir berbahasa Korea, saat pertama kali bertemu dia semester 5 prodi yang sama, PBSI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar